Investor Asing Agresif, Prospek Bisnis Kawasan Industri Cerah di 2026

Investor Asing Agresif, Prospek Bisnis Kawasan Industri Cerah di 2026
PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST).

JAKARTA — Prospek bisnis kawasan industri di Indonesia diprediksi tetap cerah hingga akhir tahun 2026. Hal ini didorong oleh minat investasi yang tinggi dari investor asing yang terus melakukan relokasi industri dan ekspansi rantai pasok (supply chain).

Sejumlah perusahaan pengelola kawasan industri melaporkan perkembangan positif. PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) mencatat pipeline permintaan lahan mencapai 72 hektare per Maret 2026, yang didominasi oleh investor dari Jepang, Indonesia, China, Singapura, hingga Thailand. 

Sementara itu, PT Jababeka Tbk (KIJA) tetap optimistis mengejar target marketing sales sebesar Rp3,75 triliun, yang saat ini telah terealisasi sekitar 14 persen.

Di sisi lain, PT Suryacipta Swadaya, anak usaha PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), menargetkan penjualan lahan seluas 14 hektare di Karawang dan 60 hektare di Subang Smartpolitan. Chief Commercial Officer Suryacipta, Abednego Purnomo, menyebut bahwa sekitar 90 persen minat investasi berasal dari investor asing, terutama dari China, Korea Selatan, dan Taiwan. Sektor otomotif (khususnya kendaraan listrik), data center, dan heavy machinery menjadi kontributor utama permintaan.

Meskipun minat investasi sangat kuat, para pengelola kawasan industri sepakat bahwa tantangan utama tahun ini terletak pada aspek kecepatan realisasi investasi. Rika Mandasari dari BEST menekankan bahwa hambatan di lapangan sering kali bukan berasal dari kurangnya minat investor, melainkan dari perlunya sinkronisasi kebijakan antar-lembaga, percepatan perizinan, dan kepastian tata ruang.

Senada dengan hal tersebut, Suryacipta menyoroti sikap wait and see para investor. Oleh karena itu, penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan pemerintah menjadi kunci krusial untuk memastikan minat investasi tersebut segera terealisasi menjadi transaksi nyata hingga akhir tahun 2026.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index