KAI Tingkatkan Efisiensi Logistik Batu Bara Meskipun Angkutan Menurun 27 Persen Januari 2026

Kamis, 05 Februari 2026 | 10:31:04 WIB
KAI Tingkatkan Efisiensi Logistik Batu Bara Meskipun Angkutan Menurun 27 Persen Januari 2026

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat penurunan kinerja angkutan batu bara sebesar 27% pada Januari 2026 dibandingkan Januari 2025. Realisasi angkutan mencapai 4.025.975 ton, turun sekitar 1,5 juta ton dari periode sebelumnya yang mencapai 5.527.348 ton.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyebut fluktuasi harga batu bara global menjadi tantangan sekaligus momentum memperkuat ketahanan logistik nasional. KAI merespons kondisi tersebut dengan memperkuat efisiensi operasional, pemanfaatan teknologi, dan optimalisasi kapasitas layanan agar distribusi energi tetap terjaga.

Terminal Utama dan Modernisasi Proses Bongkar Muat

Saat ini KAI melayani angkutan batu bara melalui lima terminal utama, yakni Kertapati, Sukacinta, Muaralawai, Merapi, dan Banjarsari. Kertapati menjadi pusat modernisasi logistik dengan penerapan conveyor belt system terintegrasi dengan shiploader berkapasitas 1.500 ton per jam, sehingga proses bongkar muat lebih cepat dan terukur.

Modernisasi ini mendorong peralihan dari metode konvensional berbasis dump truck menuju sistem logistik yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Perubahan ini juga mengurangi ketergantungan terhadap proses manual yang lebih lambat dan membutuhkan lebih banyak energi.

Pengelolaan Harian Batu Bara oleh KAI Logistik

Dalam operasional harian, KAI melalui anak usaha KAI Logistik mengelola lebih dari 59.000 ton batu bara per hari dari berbagai titik terminal. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kontinuitas pasokan ke pengguna akhir tetap terjaga.

Pengelolaan harian ini menunjukkan kemampuan KAI dalam menjaga kestabilan pasokan energi nasional. Sistem logistik yang terintegrasi mampu menyesuaikan dengan fluktuasi permintaan dan kondisi pasar secara real time.

Pemanfaatan Teknologi RFID untuk Efisiensi Supply Chain

KAI Logistik menerapkan teknologi RFID pada kontainer batu bara untuk meningkatkan akurasi pemantauan. Teknologi ini mendukung efisiensi supply chain management dan pengelolaan distribusi yang lebih presisi.

Penerapan RFID juga berkontribusi pada pengurangan emisi dari aktivitas logistik. Langkah ini sejalan dengan komitmen KAI Group mendukung transportasi yang efisien dan berkelanjutan bagi ketahanan energi nasional.

Peran Angkutan Batu Bara dalam Stabilitas Listrik Nasional

Sebagian besar batu bara yang diangkut KAI digunakan sebagai bahan baku pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Pulau Jawa dan Bali. Layanan angkutan kereta api berperan penting dalam menjaga stabilitas pasokan listrik, menopang aktivitas rumah sakit, sekolah, perkantoran, pusat perbelanjaan, industri, hingga usaha kecil dan menengah.

Angkutan batu bara KAI menjadi tulang punggung logistik energi yang mendukung keberlangsungan ekonomi nasional. Tanpa layanan angkutan yang andal, distribusi listrik dan ketersediaan energi di wilayah padat penduduk bisa terganggu.

Komitmen Lingkungan dan Penggunaan Biosolar B40

Seiring peningkatan volume angkutan, KAI memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan. Sejak Februari 2025, seluruh lokomotif dan genset KAI menggunakan Biosolar B40, bahan bakar dengan campuran 40% bahan nabati, sebagai kelanjutan uji coba yang dimulai Juli 2024 bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Penggunaan B40 menurunkan jejak karbon sekaligus mendukung transisi energi nasional melalui pemanfaatan energi terbarukan. Dengan emisi lebih rendah dan tingkat biodegradasi tinggi, angkutan kereta api semakin menguatkan perannya sebagai solusi logistik ramah lingkungan.

Visi KAI untuk Transportasi Berkelanjutan

Melalui layanan yang andal, efisien, dan berkelanjutan, KAI terus menghadirkan solusi logistik selaras visi perusahaan. Upaya ini sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui distribusi energi yang stabil dan sistem logistik yang modern.

Efisiensi operasional, modernisasi terminal, pemanfaatan teknologi, dan keberlanjutan lingkungan menjadi pilar utama strategi KAI. Langkah-langkah ini memastikan KAI tetap menjadi motor penggerak transportasi logistik nasional yang profesional dan adaptif terhadap perubahan pasar global.

KAI Siap Menjawab Tantangan Pasar dan Energi Nasional

Meski kinerja angkutan batu bara menurun 27% pada Januari 2026, KAI memaksimalkan teknologi dan efisiensi untuk menjaga pasokan energi. Sistem logistik yang modern, efisien, dan ramah lingkungan menjadi kunci KAI dalam menjawab tantangan global dan memperkuat ketahanan energi nasional.

KAI juga memastikan layanan tetap mendukung kebutuhan industri, rumah tangga, dan infrastruktur vital di Pulau Jawa dan Bali. Dengan langkah strategis ini, KAI tidak hanya mengelola transportasi batu bara, tetapi juga membangun fondasi transportasi berkelanjutan untuk masa depan energi Indonesia.

Terkini